kata-kata, kalimat-kalimat. Kadang
tak jua mampu mendongkrak hati yang perlahan mengering. Berusaha membasahinya
pun sulit. Seolah, seperti seorang awam yang baru ingin memperbaiki iman.
Ketika iman telah rusak, semua flat saja. Amanah, bahkan ibadah.
Duhai hati yang mengering, sejukmu
dulu kian menjauh. Lembutmu dulu perlahan mengikis. Sekarang, tersisa
keping-keping iman yang harus dipertahankan. Berbekal iman yang tinggal
sepersekian, ayat demi ayat dilantunkan. Sunnah demi sunnah kembali coba
dibangun. Doa demi doa dipanjatkan. Tangisan demi tangisan berderai.
Berharap, hidayah itu tidak hilang. Berharap, hidayah itu kembali memenuhi hati.
Membasahi hati yang mengering.
Sudah kukatakan bahwa ia laksana seorang awwam yang tengah berusaha memperbaiki
iman. Pantaskah seorang berilmu demikian?
"Ya Allah, Ya Illahi Robbi..
Sungguh tiada daya hamba tanpa
pertolonganMu.
Apalah Arti usaha hamba tanpa ijabah
dariMu.
Ya Allah, Rabb yang hati manusia
terletak di tanganMu,
Curahkan hidayahMu, limpahkan
cahyaMu,
Sungguh tiada daya hamba tanpa
pertolonganMu.."
Aamiin..
Kepada hati yang masih bersih.
Sebagai seorang saudara yang memiliki kewajiban atasmu, ana mengingatkan jaga
hati lembutmu, jaga hati yang masih beriman itu. Karena, mengembalikannya
beriman setelah ia pernah beriman takkan mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar