Kamis, 23 April 2015

Membasahi hati



kata-kata, kalimat-kalimat. Kadang tak jua mampu mendongkrak hati yang perlahan mengering. Berusaha membasahinya pun sulit. Seolah, seperti seorang awam yang baru ingin memperbaiki iman. Ketika iman telah rusak, semua flat saja. Amanah, bahkan ibadah.

Duhai hati yang mengering, sejukmu dulu kian menjauh. Lembutmu dulu perlahan mengikis. Sekarang, tersisa keping-keping iman yang harus dipertahankan. Berbekal iman yang tinggal sepersekian, ayat demi ayat dilantunkan. Sunnah demi sunnah kembali coba dibangun. Doa demi doa dipanjatkan.  Tangisan demi tangisan berderai. Berharap, hidayah itu tidak hilang. Berharap, hidayah itu kembali memenuhi hati.

Membasahi hati yang mengering.  Sudah kukatakan bahwa ia laksana seorang awwam yang tengah berusaha memperbaiki iman. Pantaskah seorang berilmu demikian?

"Ya Allah, Ya Illahi Robbi..
Sungguh tiada daya hamba tanpa pertolonganMu.
Apalah Arti usaha hamba tanpa ijabah dariMu.
Ya Allah, Rabb yang hati manusia terletak di tanganMu,
Curahkan hidayahMu, limpahkan cahyaMu,
Sungguh tiada daya hamba tanpa pertolonganMu.."

Aamiin..

Kepada hati yang masih bersih. Sebagai seorang saudara yang memiliki kewajiban atasmu, ana mengingatkan jaga hati lembutmu, jaga hati yang masih beriman itu. Karena, mengembalikannya beriman setelah ia pernah beriman takkan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar